Senin, 26 September 2011

Kisah "Daya Tarik Al-Qur'an"


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu lagi dan kali ini saya akan berbagi kisah, peristiwa yang akan memberi kita motivasi dan spirit untuk terus menjadi yang lebih baik dan tetap istiqamah dijalan-Nya.
Kali ini kita akan mendalami rukun iman yang keempat, yaitu iman pada kitab-kitab Allah. Kita sebagai umat muslim percaya dan yakin bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang menyempurnakan kitab-kitab terdahulu.
Dengan peristiwa kali ini kita akan semakin yakin dengan pedoman yang selalu kita pegang, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.
***


Allah S.W.T berfirman dalam Al Qur'an surat As Sajdah: 1-2 yang artinya:
"Alif, Lam, Mim. Turunnya Kitab (ini) tiada keragu-raguan di dalamnya, adalah dari Rabb alam semesta".
Sesuai dengan ayat diatas bahwa Al Qur'an adalah perkataan Allah S.W.T dan kitab yang benar dan sempurna karena tidak ada keraguan didalamnya dan ini dapat kita buktikan lewat perkataan Abu Sufyan, Abu Jahl dan Al Akhnas bin Syariq pada peristiwa berikut ini.
###
Pada suatu malam, ketika para tokoh Quraisy akan pulang ke rumah mereka masing-masing seusai ‘bermain’ di kelab-kelab malam pada dini hari, selintas pikiran mereka mengarah pada sesosok rihlatallil’alamin, Muhammad S.A.W. Dan terpikir oleh mereka masing-masing untuk mengetahui apa saja yang dilakukan Muhammad di rumahnya?. Mereka adalah Abu Sufyan -petinggi Quraisy-, Abu Jahl –orang yang benci dengan kenabian Muhammad S.A.W- dan Al Akhnas bin Syariq. Mereka akhirnya mendatangi rumah Muhammad S.A.W dalam keadaan terpisah dan tidak tahu satu dengan yang lainnya dan kebetulan masing-masing dari mereka menempati sudut rumah Muhammad S.A.W yang tidak diketahui oleh yang lain. Lalu masing-masing dari mereka duduk mendengarkan Muhammad SAW membaca Al-Qur'an sambil shalat tahajud. Masing-masing dari mereka tertarik mengikuti bunyi lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditartilkan/dibacakan oleh Muhammad S.A.W pada malam yang hening itu. Mereka terlena dan terpesona tak sadarkan diri mendengar firman-firman Allah itu hingga menjelang subuh.

Menjelang subuh...

Menjelang subuh, mereka masing-masing sadarkan diri, bangun dari duduknya dan bersegera pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan panik, takut ketahuan oleh Muhammad S.A.W. Ketika bergegas pulang, antara satu dengan yang lain bertemu ditengah jalan, dekat rumah Muhammad S.A.W dengan wajah yang yang penuh dengan tanya dibalut terkejut.
Dengan terkejut masing-masing dari mereka bertanya kepada yang lain, "Apa yang kau kerjakan di situ?". Ternyata, jawaban mereka sama, yaitu ingin mengetahui apa yang dilakukan Muhammad dini hari seperti ini. Mereka sama-sama terlena oleh bunyi lantutan Al-Qur’an yang ditartilkan/dibacakan Muhammad S.A.W ketika shalat tahajud.
Mereka menyadari bahwa hal semacam ini sangat berbahaya jika sampai ditiru oleh orang lain, terutama kaum remaja dan berbalik mengikuti Muhammad S.A.W. Oleh karena itu, mereka bersumpah untuk tidak akan berbuat seperti itu lagi. Dan mereka kembali ke rumah mereka masing-masing dengan membawa segenggam janji.

Esok...

Lagi...

Esok malamnya, ketiga tokoh Quraisy itu mengalami hal yang sama, seperti orang ketagihan sesuatu. Ketika akan pulang dari ‘taman bermain’ mereka, rasa ketagihan itu tak dapat mereka lawan, walaupun mereka sudah bersumpah tidak akan melakukannya lagi. Apa boleh buat. Desakan rasa ketagihan itu mereka ikuti juga dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan yang lainnya. Dan terjadilah kembali apa yang terjadi pada malam sebelumnya. Mereka masing-masing terlena dihanyutkan rasa nikmat mengikuti makna ayat-ayat yang sedang ditartilkan oleh Muhammad SAW.
Waktu shalat tahajjud Muhammad berakhir dan mereka akan pulang, mereka kembali bertemu di jalan. Masing-masing dari mereka saling menyalahkan karena masih mengulangi pekerjaan semalam yang sudah disepakati untuk tidak berbuat seperti itu lagi. Kemudian mereka memperbaharui sumpah dan janji untuk tidak melakukan hal semacam itu lagi.

Lagi dan lagi...

Keesokan malamnya, mereka masing-masing mengulangi hal itu lagi karena dorongan ketagihan yang sama. Setelah selesai mendengarkan lantunan firman Allah, akhirnya mereka bertemu kembali dengan raut wajah menyesal satu dengan yang lainnya. Maka kali ini mereka lebih menekankan janji dengan sumpah yang seberat-beratnya.
Dalam perbincangan itu, mereka saling mempertanyakan pendapat masing-masing tentang apa yang mereka dengar itu. Masing-masing sependapat bahwa tidak ada hal yang tidak baik dalam apa yang dituturkan oleh Muhammad S.A.W itu. Subhanallah...

Kitab ini tiada keragu-raguan

Kitab ini diturunkan dengan sebaik-baiknya

(Dikutip dari "Muhammad SAW, Sebuah Upaya untuk Memahami Sejarah Rasulullah"-DR. Musthafa Mahmud)
###
Dari peristiwa diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Al Qur'an adalah benar-benar firman dan perkataan Allah SWT yang berdaya tarik tinggi untuk selalu membaca dan mendengarkan ayat-ayatnya. Seorang Abu Sufyan -petinggi Quraisy- dan Abu Jahl -orang yang paling membenci Muhammad S.A.W- pun mengakui bahwa agama islam adalah agama Allah dan Al Qur'an adalah kitab yang benar dan sempurna yang tidak ada keraguan isinya.
Maka sesungguhnya kita harus bangga atas status kita sebagai seorang muslim yang berpegang pada Al Qur'an dan As sunnah. Dan sebaik-baiknya seorang muslim adalah orang yang mengikuti Al Qur'an dan As sunnah. Dengan aplikasi membaca Al Qur'an minimal satu ayat sehari, karena “Baligulanni walauayah” amalkanlah walaupun satu ayat.




...
Kita semakin yakin dan percaya bahwa Islam adalah agama Allah, Muhammad S.A.W adalah utusan Allah, dan Al-Qur’an adalah firman Allah.
Dan selalu kita aplikasikan ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca dan dengar dalam kehidupan sehari-hari kita. Amin 
***
Semoga kisah “Dibalik Daya Tarik Al-Qur’an” ini bermanfaat bagi teman-teman semua, khususnya bagi saya sendiri. Kita bertemu kembali dalam cerita, peristiwa, kisah motivasi lainnya yang lebih menarik lagi pastinya. Mohon maaf apabila ada kesalahan, karena semua yang benar itu datangnya dari Allah dan semua yang salah itu datangnya dari makhluk-Nya, manusia-diri saya sendiri.

video
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar